Sabtu 13 Sep, 06:56 AM
KABUL (Arrahmah.com) – Puluhan mujahidin Taliban menyerang konvoi logistik militer kafir di Afghanistan Jumat (12/9) kemarin. Pertempuran sengit yang berlangsung menewaskan lima polisi boneka Afghan.
Konvoi tersebut menempuh perjalanan di Barat daya Provinsi Farah, mengirimkan suplai logistik untuk pasukan NATO.
Mujahidin menyerang konvoi kendaraan milik AS dalam jumlah besar, berhasil menghancurkan dua sampai empat truk dengan menggunakan roket dan mengambil dua kendaraan lainnya yang masih utuh.
Dalam peristiwa terpisah, dua tentara kafir tewas dalam pertempuran melawan mujahidin Taliban. Pasukan kafir masuk ke wilayah Kapisa, Timur Laut Kabul, mencari pemimpin-pemimpin mujahidin Taliban. Tetapi yang mereka dapatkan adalah kematian-kematian tentaranya.
Dalam peristiwa terpisah lainnya, dua tentara kafir Inggris tewas dalam pertempuran melawan mujahidin Taliban di wilayah Helmand, Selatan Afghanistan.
Hingga saat ini AS masih memiliki 33.000 tentara di Afghanistan
Ditulis oleh ghayatuna 
Tim Pengacara Muslim (TPM) meminta agar hukuman mati yang diterapkan di Indonesia tidak menjurus pada penyiksaam, seperti yang tercantum dalam UU No.2 PNPS tahun 1964 tentang tatacara hukuman mati. Koordinator TPM Mahendradata beranggapan, bahwa dua pasal dalam UU tersebut mengandung penyiksaan dalam proses hukuman mati.



Berikut ini kronologi bentrok warga Pinang Ranti dan Mahasiswa Sekolah Theologi Injil Arastamar seperti yang diceritakan oleh tokoh masyarakat Risman Hadi kepada Suara Islam, Ahad (27/7) kemarin.