Juli 30, 2008
Baghram, Afghanistan (arramah.com) -Selama ini, kaum Muslimin sudah cukup menderita dengan menahan dendam terhadap perbuatan-perbuatan keji Amerika Serikat terhadap saudara-saudara Muslim di Afghanistan, Chechnya, Kashmir, begitu juga terhadap para tawanan muslim di penjara Abu Ghuraib, terhadap para tawanan di Guantanamo, dsb. 
Hari ini, Amerika Serikat lagi-lagi membuat panas hati kaum Muslimin ketika kami sebagai kaum Muslimin kembali menyaksikan foto penyiksaan yang dilakukan oleh pihak militer AS!
Berikut ini adalah berita yang sempat kami ambil dari sebuah situs Islam.
Menurut Wikileaks:
Foto seorang tahanan Amerika Serikat, dengan wajahnya yang dipasangi kawat, kedua bibirnya dijahit dan batang tubuh terbungkus. Menurut metadata* digital kamera, foto tersebut diambil pada 9 Februari 2003 03:49:25. Foto 6 Agustus 2004 juga disebutkan memiliki hubungan dengan foto ini. Pengawatan muka merupakan suatu hal yang jelas-jelas nonmedis!
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Berita Luar Negeri | Ditandai: Afghanistan, AS, penyiksaan, tawanan |
Permalink
Ditulis oleh ghayatuna
Juli 30, 2008
Iraq - Sekilas kotak-kotak dalam foto di bawah ini nampak seperti gerobak dorong pedagang kaki lima, namun tidak wahai saudaraku..Kotak-kotak itu adalah yang diproduksi militer Amerika Serikat untuk dijadikan kotak-kotak tawanan di Iraq. Dan mereka menyebutnya sebagai pembebasan tawanan Iraq. 
Kamu sebut ini pembebasan?
Sel-sel penjara kotak di suatu Kota yang secara normal panasnya antara 95-100+ derajat?
Orang-orang Amerika harus bangun. Dan apa yang akan dilakukan Wakil Sue Myrick mengenai hal ini, kecuali bertepuk tangan layaknya seekor burung beo?
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Berita Luar Negeri | Ditandai: AS, Iraq, tawanan |
Permalink
Ditulis oleh ghayatuna
Juli 27, 2008
Dua muslimah berjilbab AS mengajukan gugatan hukum terhadap jaringan resto cepat saji McDonald’s,

Quiana Pugh dan Toi Whitfield
karena disuruh membuka jilbabnya jika mereka ingin bekerja di resto tersebut.
“Saya melamar pekerjaan ke McDonald’s sekitar dua minggu yang lalu, dan manajernya mengatakan pada saya bahwa saya harus memilih, melepaskan jilbab atau saya tidak akan diterima bekerja di McDonald’s, ” kata Quiana Pugh, 25 tahun.
Ia mengaku sedih dan perasaannya tak tenang, ketika meninggalkan kantor manajer itu. “Saya bingung, hal seperti ini terjadi di Dearborn, kota yang banyak warga Muslimnya, ” ujar Pugh.
Sampai akhirnya ia tahu bahwa ia bukan satu-satunya muslimah berjilbab yang ditolak bekerja di McDonald’s cabang Dearborn, negara bagian Michigan. Muslimah lainnya, bernama Toi Whitfield, 20, dari Detroit juga mengalami nasib serupa di McDonald’s cabang Dearborn pada November 2006.
Kedua muslimah berjilbab itu akhirnya pada hari Kamis kemarin mengajukan gugatan hukum terhadap McDonald’s ke Wayne Counti Circuit Court, dengan delik diskriminasi.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Berita Luar Negeri | Ditandai: AS, jilbab, McDonald's, muslimah |
Permalink
Ditulis oleh ghayatuna