McDonald’s Dearborn Tolak Pegawai Muslimah Berjilbab

Juli 27, 2008

Dua muslimah berjilbab AS mengajukan gugatan hukum terhadap jaringan resto cepat saji McDonald’s,

2muslimah

Quiana Pugh dan Toi Whitfield

karena disuruh membuka jilbabnya jika mereka ingin bekerja di resto tersebut.

“Saya melamar pekerjaan ke McDonald’s sekitar dua minggu yang lalu, dan manajernya mengatakan pada saya bahwa saya harus memilih, melepaskan jilbab atau saya tidak akan diterima bekerja di McDonald’s, ” kata Quiana Pugh, 25 tahun.

Ia mengaku sedih dan perasaannya tak tenang, ketika meninggalkan kantor manajer itu. “Saya bingung, hal seperti ini terjadi di Dearborn, kota yang banyak warga Muslimnya, ” ujar Pugh.

Sampai akhirnya ia tahu bahwa ia bukan satu-satunya muslimah berjilbab yang ditolak bekerja di McDonald’s cabang Dearborn, negara bagian Michigan. Muslimah lainnya, bernama Toi Whitfield, 20, dari Detroit juga mengalami nasib serupa di McDonald’s cabang Dearborn pada November 2006.

Kedua muslimah berjilbab itu akhirnya pada hari Kamis kemarin mengajukan gugatan hukum terhadap McDonald’s ke Wayne Counti Circuit Court, dengan delik diskriminasi.

Baca entri selengkapnya »